Rasaku mulai terlihat jelas,
saat kesendirianku kurasakan rasa yang mulai tumbuh.Aku menyukainya.Entah bagaimana
untuk mengungkapkannya.
Dia terlalu tampan,
sifatnya yang sederhana seperti segunduk pupuk bagi rasaku ini.Aku mengetahuinya
dijejaring social, mungkin orang bilang perasaanku hanya akan seperti angin lalu.
Tapi, nyatanya aku menyukainya hingga kini umurku hendak menginjak 17.
Aku menyukai segala sesuatu
tentangnya, cerita hubungannya bersama pacarnya, kebiasaannya disekolahnya,
hingga pribadinya yang banyak orang mengatakan sangat pendiam membuatku semakin
penasaran.
Umurnya lebih tua dariku,
dia kakak kelasku.Aku sering ingin mencari tahu tentang dirinya karena kita berbeda
sekolah.Bahkan kini aku mulai mengidolakannya.
Butuh keberanian untuk mengirim
pesan padanya, awalnya aku sangat gugup apalagi saat menunggu pesan balasan darinya
yang membuatku semakin gila.Tapi, aku bertekat tidak akan mengungkapkan perasaanku
padanya. Aku hanya akan menganggapnya kakak.
Perlahan aku mulai dekat
dengannya, dia merupakan sosok yang sangat baik ramah yang aku kenal.Hanya dari
sebuah pesan singkatnya saja bisa menguatkanku, bisa membuatku susah tidur berharap
ada pesan darinya, walaupun ku tau isi pesannya pun hanya pesan biasa. Tapi aku
menyukainya, sangat menyukainya.
Dia terlalu dingin,
susah ditebak, cuek. Kadang aku ingin menyiram air panas dengan harapan sifatnya
yang dingin bisa mencair.Candanya yang sering ku baca dalam pesan sangat menghiburku,
dia juga sempat mengirimiku pesan suara yang
Selalu aku simpan sampai
saat ini.Kali ini aku bersumpah hanya dia yang bisa membuaku suka hanya dengan pesan
bodoh singkat atau pesan suaranya yang tidak jelas tapi terasa sangat jelas bagiku.
Aku menyukainya, sangat menyukainya…
Kali ini aku benar-benar
gila, pacarku saat ini memutuskanku. Anehnya aku tidak merasa kehilangan,
apalagi setelah bercerita padanya.Aku semakin menyukainya.Aku sadar kalau perasaan
ini sangat bodoh, sangat gila untuk berharap balasan darinya.Aku mengingat jelas
pesan suaranya, suaranya sangat jelas mencoba menguatkanku.Aku sempat tertawa mendengarnya.Subhanallah
bagaimana bisa aku mendefinisikan orang ini? Dia sangat special.
Yang aku tau dia suka menonton
film,bahkan dia mempunyai banyak cd katanya.Dia juga suka juice alpukat,
dia tak sungkan mengatakan makanan pinggir jalan seperti kwetiaw.Aku tak menyangka
kalau kita memiliki beberapa kesamaan.Tapi entahlah aku gak mau disebut so tau atau apalah itu yang bisa membuatnya
marah.
Aku takut bahkan gak mau
mempunyai masalah dengannya, aku sadar aku tak mungkin memilikinya tapis etidaknya
aku ingin bisa berteman baik dengannya.
Aku takut dia kecewa bahkan
ilfeel padaku, kadang perasaan ini ngebuataku
drop.Ingin sekali aku menjangkaunya lebih dekat..kuharap selalu.
Aku senang bisa mengenalnya,
bahkan 1000 katapun tidak akan habis jika membicarakannya.